0

Candi Paling Romantis di Jogja?

#latepost

1

Dua hal yang membedakan sebuah candi dan candi lainnya adalah “unik” dan “menarik”. Unik, berarti bentuk arsitekturnya yang khas, lokasinya bagus serta view-nya keren. Sedangkan menarik, itu terkait dengan cara kita dalam menikmati candi tersebut. Dari keseluruhan candi yang ada di Jogja dan sekitarnya, saya dan Filda blusukan untuk mencari satu candi yang “paling romantis”.. dan akhirnya, we found it.

2

Continue reading

0

Kota Pelabuhan Tua Fremantle

“Bulan madu yang berkualitas seharusnya bisa dinikmati tanpa harus repot ini-itu dan terlalu menguras tenaga. Tempat wisata malah nggak lebih penting daripada banyaknya waktu berkualitas yang perlu dihabiskan berdua selama perjalanan.” –The Couple Trip

Architectour

Architec-tour: Landskap Bangunan Tua di Fremantle

Mari kita kembali ke tahun 1829. Saat itu adalah pertama kalinya koloni Swan River, Western Australia, dibuka oleh orang-orang inggris. Hei guys, coba tebak, bangunan apa yang pertama kali dibangun oleh mereka? Bukan rumah, bukan hotel. Bangunan pertama yang mereka bangun justru PENJARA, namanya The Round House. Tempat ini dirancang oleh Henry Willey Reveley pada tahun 1830. Lokasi The Round House tersebut sangat strategis, terletak di sebuah tanjung dengan tebing batu yang disebut “Arthur Head” yang bisa mengawasi muara Swan River. Posisi ini juga sangat membantu untuk navigasi kapal laut dan stasiun sinyal seiring dibukanya Pelabuhan Fremantle pada perkembangan selanjutnya. Selain penjara, tempat ini juga dibangun cottage untuk bos pelabuhan, mercusuar dan rumah pengadilan. Untuk memudahkan akses dari pelabuhan ke Kota Fremantle melalui Bathers Beach, maka dibangunlah sebuah terowongan tepat dibawah The Round House pada tahun 1837 yang dikerjakan oleh Fremantle Whaling Company. Continue reading

1

Apresiasi dan Vlog Untuk Pengembangan The Couple Trip

“But if you never try you’ll never know”–Coldplay, Fix You

Phinemo
Baru-baru ini, blog kami numpang beken di www.phinemo.com, sebuah online travel media yang fokus kepada travel enthusiast. Bersama-sama dengan Adam dan Susan (www.pergidulu.com), Diana dan Ryan (www.duaransel.com), Jeff dan Diana (www.pasangantraveling.com) serta Jack dan Jill (www.jackandjilltravel.com), nama kami dinobatkan sebagai “5 Pasangan Traveler yang Membuat Anda Iri Ingin Punya Pasangan Traveler Juga“. Bukan cuma Phinemo lho, blog kami juga sempat nongol di The China Daily untuk artikel edisi bahasa inggris yang berjudul Coffee Street vs. Chinese FoodContinue reading

2

Menginap di Homestay Etnik

IMG_4143

Tahun Baru 2015

Dari luar, saya dan Filda nggak bisa membayangkan bagaimana bentuk bangunan tersebut karena terhalang oleh pagar dan temboknya yang tinggi. Sejenak kami merasa ragu apakah benar ini adalah Cakra Homestay yang kami tuju. Saya mencoba menghubungi nomor telepon penginapan tersebut berdasarkan informasi yang tertera di buku The Lonely Planet: Indonesia edisi 2007. Telepon diangkat, dan tak lama kemudian seorang bapak tua tergopoh-gopoh membuka pintu gerbang.

Voila!  Continue reading

0

Menikah Tamasya

RIKI N FILDA

Di Pontianak, ada istilah “Menikah Tamasya”. Kedua pasangan menikah secara resmi, tapi tanpa resepsi pernikahan. Daripada menggelar resepsi yang mahal, mereka langsung pergi bulan madu namun tetap memberikan undangan pernikahan kepada keluarga dan kerabat. Bagi mereka yang menerima undangan tersebut pun sudah tahu bahwa nggak perlu datang resepsi. Menikah tamasya ini biasanya dilakukan oleh pasangan dari etnis Tionghoa.

Saya dan Filda sebenarnya suka dengan konsep itu, karena secara perhitungan ekonomi memang jauh lebih hemat dan langsung to the point—pergi bulan madu. Tapi, demi menghindari protes keluarga, tetangga dan teman-teman, kami menikah secara normal (dengan resepsi, tentunya) pada bulan November 2014. Continue reading

0

Be Locals, Guys!

Sebuah saran terbaik dalam traveling adalah menjadi orang lokal, melakukan apa yang mereka lakukan pada umumnya, meniru gaya hidup mereka untuk mencoba perspektif baru–selama itu nggak meracuni prinsip hidup dan ajaran tertentu yang kita anut–ah, nggak ada salahnya juga.

Screen Shot 2016-05-31 at 10.25.04 AM

Di Perth, bersepeda dan piknik adalah gaya hidup yang populer dan disukai kebanyakan orang disini. Perth adalah salah satu kota yang memiliki jalur sepeda terbaik di dunia. Bahkan, pemerintah setempat mendukung hal tersebut dengan mengeluarkan kebijakan berupa “Western Australian Bicycle Network Plan 2014-2031“. Rumah-rumah di Perth umumnya memiliki halaman yang luas, dimana garis sepadan bangunan (GSB) yang cukup lebar tersebut dimanfaatkan untuk membuat jalur sepeda dan pedestrian yang saling berhubungan. Continue reading

0

Hiking di John Forrest National Park

IMG_5167

Sekedar info, Western Australia itu punya banyak banget taman nasional. Bayangkan saja, luas wilayah Western Australia itu setengah dari benua Australia. Oleh karena itu, pilihan berwisata di Western Australia itu sebenarnya lebih banyak ke wisata alam, menjelajahi taman-taman nasional dengan keunikannya masing-masing. Nah, salah satu taman nasional yang terdekat dengan Perth adalah John Forrest National Park, dapat ditempuh dalam waktu 30 – 40 menit perjalanan naik mobil (sayangnya, nggak ada public transport yang melewati daerah ini).

Taman nasional ini memiliki fasilitas outdoor yang sangat baik seperti ranger office, toilet umum yang bersih dan terawat, tempat barbeque di beberapa lokasi, tempat duduk buat piknik (dengan atau tanpa fasilitas barbeque), pondok-pondokan bahkan jalur khusus untuk hiking dan sepeda yang dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas dan papan peringatan serta informasi jarak tempuh dari satu titik ke titik lainnya. Wah, keren, ya. Mudah-mudahan Indonesia bisa meniru hal-hal yang baik dari taman nasional di Western Australia. Nggak ada salahnya dong belajar dari tetangga. Continue reading