0

We Are The Champion

THE COUPLE TRIP JUARA 2 COOKING MANIA MAXIM DI PONTIANAK*

Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71, Maxim selaku produsen teflon anti-lengket ternama di Indonesia mengadakan kegiatan lomba masak “Cooking Mania 1000 Ibu Hebat Maxim”, yang bertempat di depan Taman Alun-alun Kapuas Pontianak, hari minggu tanggal 28 Agustus 2016. Ada beberapa kategori yang dilombakan yaitu Cooking Rally (150 tim), Cooking Couple (150 tim) dan lomba masak antar chef. Meskipun judulnya untuk emak-emak, ternyata banyak juga lho cewek-cewek abg, cowok-cowok, bapak-bapak dan pasangan suami istri yang unjuk kebolehan memasak dalam ajang ini.

IMG-20160829-WA0006

Kategori Cooking Rally adalah lomba masak secara estafet dalam waktu 30 menit, dimana setiap tim terdiri atas 5 orang. Masing-masing orang diberikan waktu selama 6 menit sesuai dengan tugasnya dalam memasak menu rahasia yang tersimpan dalam mistery box. Seru, gemes dan bikin gregetan.. Cooking Rally benar-benar menuntut kekompakan dan pemahaman sesama anggota tim karena jika satu orang salah atau lambat dalam menangani bahan makanan yang diolah, orang selanjutnya bisa kelabakan dan kehabisan waktu untuk hal-hal yang lain.

Kategori kedua adalah Cooking Couple. Nah, di kategori ini lah saya dan Filda sepakat untuk ikut berpartisipasi dalam lomba masak ini. Biar terlihat kompak, pada malam sebelum pertandingan kami ke Ramayana membeli baju kaos couple. Pokoknya yang penting having fun aja deh! Kategori ini menantang peserta couple untuk menirukan resep dari bahan makanan rahasia yang tersimpan dalam mistery box. Dan setelah box dibuka.. tantangannya adalah memasak Sosis Asam Manis.

IMG-20160829-WA0020

Begitu lomba dimulai, kami langsung berbagi tugas. Filda mengolah bumbu dan memasak, saya bertugas memotong bahan-bahan dan menyiapkannya untuk garnish. Filda sempat mengomel gara-gara saya iseng memakan timun–padahal timun itu untuk bahan garnish, wkwkwk. Dia langsung down dan cemberut, padahal lagi semangat-semangatnya. Saat makanan siap dihidangkan dan waktu 30 menit telah habis, sungguh, nggak ada perasaan bakalan juara sama sekali. Semua rencana Fida menampilkan garnish terbaik terlihat Gagal Total gara-gara insiden timun dan teammates-nya yang konyol, hihi.

IMG-20160829-WA0008

Sementara juri sedang memberikan penilaian dalam hal citarasa, tampilan dan kebersihan; kategori lomba masak antar chef dan demo masak dari chef tamu sedang berlangsung untuk memeriahkan acara. Selain lomba memasak, ada juga senam Zumba, bagi-bagi doorpirze bahkan lelang peralatan masak bekas lomba yang diserbu para pengunjung. Wuih, rame banget!

Saat pengumuman pemenang dari setiap kategori, kami sedang duduk manyun di tenda perlombaan, berharap cepat pulang, nggak berani berharap untuk menang, tapi ingin dengar siapa pemenangnya. Saat kategori Cooking Couple diumumkan, “Juara 3, nomor.. ” Wah, tinggal 2 lagi nih pemenangnya..

“Juara 2, nomor 13.” Hah? Nomor 13? Beneran nih juara? Saya masih loading, Filda juga masih loading, belum yakin 100 persen. Nggak salah dengar nih? “Nomor 13 mana?” Sekali lagi MC memanggil. Wah, beneran nih nomor 13. Sementara saya salah tingkah, Filda terlihat sumringah. Kami berjalan menuju panggung, masih tidak percaya apa yang sedang terjadi. Kok bisa menang? Bagaimana bisa? Otak kami dipenuhi tanda tanya, masih diselumuti rasa penasaran.. But hey, kami juara 2 nih.. mengalahkan 148 tim.. Sebagai juara 2, kami menerima hadiah lomba berupa 2 set teflon anti-lengket dari Maxim–lumayan, nggak perlu beli untuk peralatan dapur lagi.

IMG-20160829-WA0022

Mau tahu siapa juara 1-nya? Tak lain dan tak bukan adalah peserta nomor 12, mama dan tante-nya Filda. Ini bukan nepotisme lho, kami juga nggak contekan, ada juri profesional yang menilai.. Seru dan bangga banget, 2 gelar juara diborong satu keluarga, hihi.. Next time, kami jadi lebih pede buat mengikuti lomba-lomba masak berikutnya. Siapa tahu bisa juara lagi, hehe..

IMG-20160829-WA0004

 

*No adv, just for fun.

0

Sensasi Baru Menjelajahi Goa Pindul

Kali pertama kesana, Goa Pindul masih sepi sekali–belum terkenal. Kedua kalinya, suasana cukup ramai. Kesempatan ketiga, Goa Pindul sudah seperti pasar—goanya cuma satu, yang mau masuk kesana sejuta umat. Keempat kalinya, kali ini bareng Filda, Goa Pindul lagi sepi banget. Dan entah kenapa, kami mendapat tiga pemandu sekaligus. Ahh, rezeki anak sholeh..

“Mungkin karena kita mengambil paket lengkap, ya… Goa Glatik, Goa Pindul, Kali Oyo sama nginap di homestay-nya.” Saya masih penasaran, menerka kenapa bisa tiga orang.

“Memang sebelumnya gimana?”

“Biasanya cuma satu atau dua pemandunya.” Jawab saya, berdasarkan pengalaman. “Itu pun rame-rame sama orang lain.” Nah lho, ada apa gerangan?? Continue reading

0

Candi Paling Romantis di Jogja?

#latepost

1

Dua hal yang membedakan sebuah candi dan candi lainnya adalah “unik” dan “menarik”. Unik, berarti bentuk arsitekturnya yang khas, lokasinya bagus serta view-nya keren. Sedangkan menarik, itu terkait dengan cara kita dalam menikmati candi tersebut. Dari keseluruhan candi yang ada di Jogja dan sekitarnya, saya dan Filda blusukan untuk mencari satu candi yang “paling romantis”.. dan akhirnya, we found it.

2

Continue reading

1

Apresiasi dan Vlog Untuk Pengembangan The Couple Trip

“But if you never try you’ll never know”–Coldplay, Fix You

Phinemo
Baru-baru ini, blog kami numpang beken di www.phinemo.com, sebuah online travel media yang fokus kepada travel enthusiast. Bersama-sama dengan Adam dan Susan (www.pergidulu.com), Diana dan Ryan (www.duaransel.com), Jeff dan Diana (www.pasangantraveling.com) serta Jack dan Jill (www.jackandjilltravel.com), nama kami dinobatkan sebagai “5 Pasangan Traveler yang Membuat Anda Iri Ingin Punya Pasangan Traveler Juga“. Bukan cuma Phinemo lho, blog kami juga sempat nongol di The China Daily untuk artikel edisi bahasa inggris yang berjudul Coffee Street vs. Chinese FoodContinue reading

0

Star-gazing di Avon Valley National Park

#latepost

“We travel not to escape life, but for life not to escape us.”

thumb_IMG_0141_1024

Ide berkemah di alam terbuka sebenarnya sudah lama kami pikirkan. Namun, realisasinya baru terjadi setelah ajakan teman untuk berkemah di Avon Valley National Park. Bermodal tenda pinjaman, kami berencana tidur berdua di tenda kecil biar serasa “kamar pengantin” dan bakal melewatkan malam minggu dibawah bintang-bintang.

Avon Valley National Park dapat ditempuh selama 1 jam perjalanan naik mobil dari Perth. Masuk ke taman nasional ini sebenarnya harus bayar lho, cuma pos di pintu gerbangnya memang didesain tanpa kehadiran ranger (penjaga taman nasional)—tinggallah kejujuran dan kesadaran para pengunjung untuk mengisi formulir kedatangan dan “menyelipkan” duit tiket masuk di kotak yang telah disediakan. Kami kagum dengan “self-service” tersebut sekaligus malu mengingat, bahwa jika itu ada di Indonesia, pasti banyak orang yang masuk tanpa membayar. Continue reading

2

Menginap di Homestay Etnik

IMG_4143

Tahun Baru 2015

Dari luar, saya dan Filda nggak bisa membayangkan bagaimana bentuk bangunan tersebut karena terhalang oleh pagar dan temboknya yang tinggi. Sejenak kami merasa ragu apakah benar ini adalah Cakra Homestay yang kami tuju. Saya mencoba menghubungi nomor telepon penginapan tersebut berdasarkan informasi yang tertera di buku The Lonely Planet: Indonesia edisi 2007. Telepon diangkat, dan tak lama kemudian seorang bapak tua tergopoh-gopoh membuka pintu gerbang.

Voila!  Continue reading

0

Menikah Tamasya

RIKI N FILDA

Di Pontianak, ada istilah “Menikah Tamasya”. Kedua pasangan menikah secara resmi, tapi tanpa resepsi pernikahan. Daripada menggelar resepsi yang mahal, mereka langsung pergi bulan madu namun tetap memberikan undangan pernikahan kepada keluarga dan kerabat. Bagi mereka yang menerima undangan tersebut pun sudah tahu bahwa nggak perlu datang resepsi. Menikah tamasya ini biasanya dilakukan oleh pasangan dari etnis Tionghoa.

Saya dan Filda sebenarnya suka dengan konsep itu, karena secara perhitungan ekonomi memang jauh lebih hemat dan langsung to the point—pergi bulan madu. Tapi, demi menghindari protes keluarga, tetangga dan teman-teman, kami menikah secara normal (dengan resepsi, tentunya) pada bulan November 2014. Continue reading