0

Resort Mewah—Mepet Sawah

 

img_4626_1024

Sebelum memutuskan jalan-jalan ke Ubud, kami browsing terlebih dahulu untuk memilih penginapan yang paling menarik. Kriteria penginapan yang kami pilih tersebut, hmm, harus ada kolam renang pribadinya, pemandangan ke arah persawahan khas Ubud, hmm.. dan soal harga disesuaikan budget. Akhirnya, pilihan kami jatuh hati kepada Sapulidi Resort Spa and Gallery, dengan tipe kamar “Bale-Bale Suite”.

Secara aksesibilitas, Sapulidi Resort Spa and Gallery juga nggak jauh dari beberapa museum seperti Gajah Mas Gallery, Arma Museum, Museum Kesenian Agung Rai dan Rudana Museum. Nama resort ini semakin naik daun tatkala kedatangan Miss Universe 2012, Olivia Culpo dari Amerika Serikat, dalam acara soft opening Sapulidi Resort Ubud. Continue reading

Advertisements
0

Jalan-Jalan Ala Eat, Pray, Love di Ubud

 

att_1440782355656_img20150416154049_1024

“Menikmati waktu berdua, tapi nggak kecapean karena kebanyakan jalan-jalan.” Kata Filda mengingatkan kami, dengan sedikit nada protes, teringat petualangan kami di Jogja yang melelahkan secara fisik. Of course, it is about quality time–not quantity of place.

Filda benar.

Setelah 12 hari bulan madu yang seru di Solo-Jogja, 3 hari di Ubud adalah bulan madu kami yang kedua. Mengapa Ubud? Di internet, orang bilang kalau mau bulan madu di Bali, ya, enaknya ke Ubud. Entahlah, mungkin juga petualangan Julia Roberts di Ubud (novel dan film Eat, Pray, Love) yang membuat kami terhipnotis untuk bulan madu disini.

“Ubud itu beda jauh sama Kuta. Kalau Kuta itu tempatnya party, kalau buat couple tempatnya memang di Ubud.” Kata Wayan, supir hotel yang menjemput kami di Bandara Ngurah Rai.

Dalam perjalanan menuju Ubud, kami dan Filda sudah terbayang-bayang dengan suasana khas Ubud yang dikelilingi persawahan dan dataran tinggi—seperti yang sering kami lihat di internet tempo hari. Kami tiba di Ubud saat petang dan langsung disambut dengan suasana hening dan lengang. Wayan benar, Ubud adalah tempat yang perfect buat The Couple Trip.  Continue reading

0

Penuh Pengorbanan di Pantai Ngobaran

IMG20150108114556

“Kita akan ke pantai yang huruf depannya NG.” Gunung Kidul punya belasan pantai cantik untuk dikunjungi. Mengingat keterbatasan waktu dan padatnya agenda perjalanan, kami hanya memilih beberapa di antaranya. “Kalau lihat foto-foto di internet sih, pantainya bagus, masih sepi—jarang dikunjungi turis. Biar kayak pantai pribadi.” Seloroh saya supaya Filda tertarik.

“Apa namanya, pi?” Ehm, ada yang kepo nih.

“Ngerenehan, Nguyahan dan Ngobaran. Menurut informasi di internet, letaknya berdekatan kok.” Jawab saya sok tahu. Sejak traveling bareng Filda, saya jadi punya kebiasaan browsing dulu sebelum bepergian, lalu menunjukkan foto-foto tentang tempat yang mau dituju kepada Filda supaya lebih meyakinkan—barulah saya memutuskan untuk berangkat atau nggak. Dari foto-foto tersebut, saya mendapatkan deskripsi singkat soal pantai-pantai NG-nya Gunung Kidul tersebut.

Pantai Ngerenehan adalah pantai kecil yang diapit dua bukit dengan air lautnya yang jernih. Terdapat perkampungan dan kapal-kapal nelayan yang bersandar di sekitarnya, termasuk Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan banyak warung yang berjualan seafood. Pantai Nguyahan sejak dulu dikenal sebagai tempat pembuatan garam sejak zaman Belanda, memiliki bibir pantai yang lebih lebar daripada Ngerenehan, tapi sama-sama memiliki air laut yang jernih dan bukit di sisinya. Pantai Ngobaran dari zaman baheula terkenal dengan cerita mistisnya dimana terdapat pura dan candi di tepi laut yang menjadi keunikannya. Banyak orang bilang pantai ini adalah Uluwatu-nya Jogja. Hmm, semuanya menarik untuk dikunjungi. Continue reading

0

Sensasi Baru Menjelajahi Goa Pindul

Kali pertama kesana, Goa Pindul masih sepi sekali–belum terkenal. Kedua kalinya, suasana cukup ramai. Kesempatan ketiga, Goa Pindul sudah seperti pasar—goanya cuma satu, yang mau masuk kesana sejuta umat. Keempat kalinya, kali ini bareng Filda, Goa Pindul lagi sepi banget. Dan entah kenapa, kami mendapat tiga pemandu sekaligus. Ahh, rezeki anak sholeh..

“Mungkin karena kita mengambil paket lengkap, ya… Goa Glatik, Goa Pindul, Kali Oyo sama nginap di homestay-nya.” Saya masih penasaran, menerka kenapa bisa tiga orang.

“Memang sebelumnya gimana?”

“Biasanya cuma satu atau dua pemandunya.” Jawab saya, berdasarkan pengalaman. “Itu pun rame-rame sama orang lain.” Nah lho, ada apa gerangan?? Continue reading

0

Candi Paling Romantis di Jogja?

1

Dua hal yang membedakan sebuah candi dan candi lainnya adalah “unik” dan “menarik”. Unik, berarti bentuk arsitekturnya yang khas, lokasinya bagus serta view-nya keren. Sedangkan menarik, itu terkait dengan cara kita dalam menikmati candi tersebut. Dari keseluruhan candi yang ada di Jogja dan sekitarnya, saya dan Filda blusukan untuk mencari satu candi yang “paling romantis”.. dan akhirnya, we found it.

2

Continue reading

0

Kecopetan di Stasiun Bogor

 

IMG20140908164902

Kolam Gunting, di depan Istana Kepresidenan, Kebun Raya Bogor

Jalan-jalan nggak selalu menyenangkan. Kadang-kadang, hari sial bisa datang tanpa diundang. Nah, yang beginian nih pemicu holiday blues atau yang kerap disebut bad mood, stres saat liburan.

Saya dan Filda rencananya mau ke Kebun Raya Bogor. Kami berangkat dari Stasiun Tanah Abang, Jakarta. Saat itu penumpang di kereta KRL sebenarnya nggak terlalu ramai. Sama sekali nggak ada feeling bakal terjadi “sesuatu”. Begitu turun dari kereta terus mau makan di KFC depan Stasiun Bogor, saya periksa isi tas dan—astaganaga!—DOMPET HILANG!!! Continue reading