0

Sensasi Baru Menjelajahi Goa Pindul

Kali pertama kesana, Goa Pindul masih sepi sekali–belum terkenal. Kedua kalinya, suasana cukup ramai. Kesempatan ketiga, Goa Pindul sudah seperti pasar—goanya cuma satu, yang mau masuk kesana sejuta umat. Keempat kalinya, kali ini bareng Filda, Goa Pindul lagi sepi banget. Dan entah kenapa, kami mendapat tiga pemandu sekaligus. Ahh, rezeki anak sholeh..

“Mungkin karena kita mengambil paket lengkap, ya… Goa Glatik, Goa Pindul, Kali Oyo sama nginap di homestay-nya.” Saya masih penasaran, menerka kenapa bisa tiga orang.

“Memang sebelumnya gimana?”

“Biasanya cuma satu atau dua pemandunya.” Jawab saya, berdasarkan pengalaman. “Itu pun rame-rame sama orang lain.” Nah lho, ada apa gerangan?? Continue reading

0

Candi Paling Romantis di Jogja?

#latepost

1

Dua hal yang membedakan sebuah candi dan candi lainnya adalah “unik” dan “menarik”. Unik, berarti bentuk arsitekturnya yang khas, lokasinya bagus serta view-nya keren. Sedangkan menarik, itu terkait dengan cara kita dalam menikmati candi tersebut. Dari keseluruhan candi yang ada di Jogja dan sekitarnya, saya dan Filda blusukan untuk mencari satu candi yang “paling romantis”.. dan akhirnya, we found it.

2

Continue reading

0

Kota Pelabuhan Tua Fremantle

“Bulan madu yang berkualitas seharusnya bisa dinikmati tanpa harus repot ini-itu dan terlalu menguras tenaga. Tempat wisata malah nggak lebih penting daripada banyaknya waktu berkualitas yang perlu dihabiskan berdua selama perjalanan.” –The Couple Trip

Architectour

Architec-tour: Landskap Bangunan Tua di Fremantle

Mari kita kembali ke tahun 1829. Saat itu adalah pertama kalinya koloni Swan River, Western Australia, dibuka oleh orang-orang inggris. Hei guys, coba tebak, bangunan apa yang pertama kali dibangun oleh mereka? Bukan rumah, bukan hotel. Bangunan pertama yang mereka bangun justru PENJARA, namanya The Round House. Tempat ini dirancang oleh Henry Willey Reveley pada tahun 1830. Lokasi The Round House tersebut sangat strategis, terletak di sebuah tanjung dengan tebing batu yang disebut “Arthur Head” yang bisa mengawasi muara Swan River. Posisi ini juga sangat membantu untuk navigasi kapal laut dan stasiun sinyal seiring dibukanya Pelabuhan Fremantle pada perkembangan selanjutnya. Selain penjara, tempat ini juga dibangun cottage untuk bos pelabuhan, mercusuar dan rumah pengadilan. Untuk memudahkan akses dari pelabuhan ke Kota Fremantle melalui Bathers Beach, maka dibangunlah sebuah terowongan tepat dibawah The Round House pada tahun 1837 yang dikerjakan oleh Fremantle Whaling Company. Continue reading

0

Menikah Tamasya

RIKI N FILDA

Di Pontianak, ada istilah “Menikah Tamasya”. Kedua pasangan menikah secara resmi, tapi tanpa resepsi pernikahan. Daripada menggelar resepsi yang mahal, mereka langsung pergi bulan madu namun tetap memberikan undangan pernikahan kepada keluarga dan kerabat. Bagi mereka yang menerima undangan tersebut pun sudah tahu bahwa nggak perlu datang resepsi. Menikah tamasya ini biasanya dilakukan oleh pasangan dari etnis Tionghoa.

Saya dan Filda sebenarnya suka dengan konsep itu, karena secara perhitungan ekonomi memang jauh lebih hemat dan langsung to the point—pergi bulan madu. Tapi, demi menghindari protes keluarga, tetangga dan teman-teman, kami menikah secara normal (dengan resepsi, tentunya) pada bulan November 2014. Continue reading

0

Hiking di John Forrest National Park

IMG_5167

Sekedar info, Western Australia itu punya banyak banget taman nasional. Bayangkan saja, luas wilayah Western Australia itu setengah dari benua Australia. Oleh karena itu, pilihan berwisata di Western Australia itu sebenarnya lebih banyak ke wisata alam, menjelajahi taman-taman nasional dengan keunikannya masing-masing. Nah, salah satu taman nasional yang terdekat dengan Perth adalah John Forrest National Park, dapat ditempuh dalam waktu 30 – 40 menit perjalanan naik mobil (sayangnya, nggak ada public transport yang melewati daerah ini).

Taman nasional ini memiliki fasilitas outdoor yang sangat baik seperti ranger office, toilet umum yang bersih dan terawat, tempat barbeque di beberapa lokasi, tempat duduk buat piknik (dengan atau tanpa fasilitas barbeque), pondok-pondokan bahkan jalur khusus untuk hiking dan sepeda yang dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas dan papan peringatan serta informasi jarak tempuh dari satu titik ke titik lainnya. Wah, keren, ya. Mudah-mudahan Indonesia bisa meniru hal-hal yang baik dari taman nasional di Western Australia. Nggak ada salahnya dong belajar dari tetangga. Continue reading

0

Menulis Travel Story

10660315_10153623954007427_3731347650199047244_n

“Dengan menulis travel story, kami menjadikan traveling sebagai liburan yang produktif” –R & F

Suatu malam saya berbincang-bincang hangat dengan Filda sebelum tidur. Saya bertanya bagaimana pendapatnya tentang draft buku yang berisi catatan perjalanan kami. Untuk diketahui, Filda ini sebenarnya nggak terlalu doyan baca buku, maka saya menyebutnya “pembaca yang masih perawan” soal dunia baca buku. Di sisi lain, dia adalah pembaca pertama draft buku tersebut, dimana isi ceritanya juga ada sangkut pautnya dengan istri saya yang cantik itu. Barangkali, disitulah letak keterkaitannya.

Nah, menurut dia, draft buku saya bagus. Bahasanya nggak terlalu formal, jadi gampang dipahami. Alur ceritanya menyangkut kehidupan sehari-hari, tapi mudah diikuti oleh pembaca karena isinya tentang jalan-jalan. Traveling, culinary, having fun–sesuai tagline perjalanan kami. Continue reading

0

Rencana Liburan 3 Hari di Perth, Enaknya Ngapain Aja?

Seorang teman di Indonesia bertanya kepada saya lewat Facebook, “Rikiiiii…3 hari di perth enaknya ngapain aja?? Bikinin itinerary-nya dooong.. tapi dalem kota aja.. ga mo jawu2.” Oke, setelah itu saya mengajak Filda berdiskusi tentang tempat-tempat menarik di Perth CBD (Central Business District) yang pernah kami kunjungi dan “mungkin” menarik bagi orang yang baru pertama kali datang ke Perth buat jalan-jalan. Rencana perjalanan berikut dibuat dalam versi 3 hari “sesuai pesanan” teman tersebut. Semoga mereka nggak kecewa dengan pilihan kami. Continue reading