0

Menulis Travel Story

10660315_10153623954007427_3731347650199047244_n

“Dengan menulis travel story, kami menjadikan traveling sebagai liburan yang produktif” –R & F

Suatu malam saya berbincang-bincang hangat dengan Filda sebelum tidur. Saya bertanya bagaimana pendapatnya tentang draft buku yang berisi catatan perjalanan kami. Untuk diketahui, Filda ini sebenarnya nggak terlalu doyan baca buku, maka saya menyebutnya “pembaca yang masih perawan” soal dunia baca buku. Di sisi lain, dia adalah pembaca pertama draft buku tersebut, dimana isi ceritanya juga ada sangkut pautnya dengan istri saya yang cantik itu. Barangkali, disitulah letak keterkaitannya.

Nah, menurut dia, draft buku saya bagus. Bahasanya nggak terlalu formal, jadi gampang dipahami. Alur ceritanya menyangkut kehidupan sehari-hari, tapi mudah diikuti oleh pembaca karena isinya tentang jalan-jalan. Traveling, culinary, having fun–sesuai tagline perjalanan kami. Continue reading