Perjalanan Spiritual di Monkey Forest

 

att_1440782566025_img20150417120517_1024

Monyet dan mitologinya adalah salah satu elemen penting dalam tradisi seni di Bali. Dalam pertunjukan tari seperti Kecak Api, terdapat penari berpakaian monyet yang merupakan tokoh penting dalam tarian tersebut, mengukuhkan kedudukan dan statusnya yang tinggi dalam kepercayaan setempat. Di Ubud, keberadaan monyet dilestarikan secara khusus di Monkey Forest.Jenis monyet di Monkey Forest adalah monyet Bali ekor panjang. Ada sekitar 600 monyet yang hidup dalam 5 grup yang berbeda teritorial. Karena populasi tersebut, konflik antar grup monyet nggak bisa dihindari terutama saat musim musim kemarau tiba. Pada saat itu, kadang ada kelompok monyet yang nekat masuk ke wilayah teritorial lain demi sumber air. Kemudian, pecahlah perkelahian antar geng monyet

.

Di sekitar pintu masuk, pihak pengelola menjual pisang bagi para pengunjung yang mau memberi makan monyet-monyet tersebut secara langsung dengan beberapa peringatan. Saya dan Filda membeli beberapa pisang dimana pisangnya harus disimpan terlebih dahulu dalam tas supaya nggak disergap oleh monyet nakal. Kata seorang petugas, monyet nggak akan nyamperin kalau pengunjung nggak membawa pisang atau barang-barang lain yang mencolok. Kami mengeluarkan pisangnya satu per satu sebagai iming-imingan buat monyet supaya mendekat. Nah, saat monyetnya mendekat, tugas Filda adalah memotret kebersamaan saya dan si monyet ketika saling berbagi. Jepret!!

Monyet disini nggak seliar di Tlogo Putri, Kaliurang, Jogja: mereka sudah jinak untuk diajak bermain, nggak takut dengan pengunjung dan suka merebut makanan—atau apapun yang mereka kira sebagai makanan.

Di open stage, mereka tiba-tiba mendekat, memeluk dan menggigit kantong celana saya dengan beringas karena dikira ada makanannya, padahal isinya kunci kamar hotel. Banyak pula pengunjung lain yang jadi korban diserang secara tiba-tiba oleh monyet-monyet di Monkey Forest karena barang yang mereka bawa menarik perhatian sang monyet.

Beberapa spot menarik di hutan tersebut antara lain Pura Dalem Agung dan Pura Beji yang konon dibangun pada pertengahan abad XIV oleh Dinasti Pejeng. Sayangnya, pura-pura itu nggak boleh dimasuki sembarangan, kalau pun boleh mesti memakai baju adat Bali. Ya sudahlah, berfoto di depannya pun tak apa, demi kenang-kenangan liburan di Ubud. Para turis biasanya berkumpul di depan Pura Dalem Agung itu karena banyak monyet yang berkumpul di situ. Mereka bisa diajak berfoto dengan imbalan pisang, bahkan mereka sampai naik ke pundak pengunjung.

Holy Spring Temple adalah daerah teritorial terpenting di Monkey Forest. Monyetnya lebih galak karena mereka menguasai sungai kecil yang airnya jernih. Kalau ada grup monyet lain yang mendekat, mereka langsung menyerbu. Kalau sudah berantem, ggrrr, bunyi teriakannya sampai kemana-mana, saling sahut menyahut—adu kuat siapa yang paling keras. Kalau sudah parah, perkelahian itu mesti dihentikan paksa oleh para petugas jaga dengan menggunakan ketapel atau melempar batu ke arah kerumunan monyet. Monyet provokator kemudian akan ditangkap dan diasingkan ke suatu tempat. Teman-temannya marah dan menjerit—nggak terima teman satu gengnya ditangkap. Suara monyet pun makin berisik sebagai tanda protes. Para turis melongo melihat aksi demonstrasi monyet di atas sana.

Di Monkey Forest ini, kami melakukan perjalanan untuk memahami spiritualitas dan hubungan antara satu sama lain. Tempat ini adalah daerah konservasi yang dibangun dengan konsep “Tri Hita Karana”, artinya, tiga jalan menuju kebahagiaan. Konsep ini menitikberatkan tentang harmonisasi dalam hidup manusia dalam hubungannya dengan Tuhan, hubungannya dengan manusia lain dan hubungannya dengan alam sekitar. Tempat ini mengajarkan kami tentang pentingnya menjaga harmoni dalam kehidupan beragama, bermasyarakat bahkan dalam rumah tangga. Jalan ke depan memang masih panjang dan membentang, oleh karena itu, kami perlu mencari inspirasi dan menjaga keseimbangan hidup, salah satunya adalah melalui traveling bersama pasangan, sesering mungkin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s