Demi Canola, di Shire of York

 

IMG_5361Salah satu tips buat long trip adalah sharing kendaraan dengan teman. Pakai mobilnya siapa gitu dan patungan bensin rame-rame, atau sewa mobil juga bisa. Beruntungnya kami, dapat tumpangan gratis dari Mbak Yuni yang menjadi inisiator dari perjalanan ini. Harap maklum, Mbak Yuni itu anak P.hD, sudah lama tinggal di Perth dan tahu tentang musim-musimnya berwisata di Western Australia. Selain kami bertiga, ada Om Gun dan Mbak Wati yang juga ikut serta dalam perjalanan wisata kali ini.

Pagi-pagi sekali kami harus bangun lalu mandi kucing (cuci muka dan sikat gigi doang) demi pergi ke canola farm di Shire of York. Di Australia, canola dibikin jadi minyak goreng. Tapi, kami juga nggak tahu canola itu seperti apa—seumur hidup belum pernah lihat.

Shire of York terletak di luar Kota Perth, sekitar 1 jam perjalanan—belum ditambah dengan tambahan waktu kalau tersesat, ya :-). Setelah melewati Darling Range (deretan perbukitan yang membentang dan membatasi kawasan metropolitan Perth) dan Kota Perth sudah tenggelam oleh rerimbunan pepohonan, mobil kami berbelok ke kanan dan menuju York melewati jalanan sepi di tengah hutan dan perkebunan. Eh, baru tahu lho pas lewat sini, di sisi kiri jalannya ada gerigi sepanjang batas tepi jalan, jadi kalau supir mobil ngantuk dan mobil tak sengaja melebar, ban mobil akan menginjak gerigi tersebut dan sopir akan tersadar karena bodi mobil akan bergetar-getar. Bagus juga sih idenya, jalanan sepi biasanya membuat sopir lengah dan mengantuk karena nggak ada kebut-kebutan dengan pengendara lain.

Bonus dari perjalanan ini adalah melihat sisi lain dari kehidupan alam liar Western Australia: padang rumput hijau untuk peternakan domba, sapi atau kuda, vegetasi pepohonan hijau kecokelatan, bunga-bunga liar yang mulai tumbuh di musim semi dan jalanan yang sunyi senyap banget di Great Southern Highway. Negara bagian Western Australia ini luasnya minta ampun, tapi yang tinggal di pedalamannya sedikit sekali.

Kami akhirnya tiba di York, kota tertua dan pertama yang dibangun di pedalaman Western Australia pada tahun 1831. Sejenak kami mampir ke information centre yang terletak di balai kota untuk bertanya dimana persisnya letak canola farm tersebut. Bangunan Town Hall tersebut sangat artistik, bergaya eropa klasik, dibangun pada tahun 1911. Staf mereka pun sangat ramah memberikan info mengenai pilihan berwisata di Shire of York dan sekitarnya.

York

Canola farm yang kami tuju terletak di luar kota melewati jalan lingkar yang mengitari kota kecil York. Canola farm mengingatkan kita pada padang bunga lavender, tapi yang ini bunganya kuning. All yellow, sepanjang mata memandang. Batang bunga ini kerdil, ditanam dalam jarak yang rapat dan membentang luas. Posisi canola farm itu tepat di tepi jalan, hanya diberi pembatas kayu dan kawat serta nggak ada penjaganya tuh. Kebetulan sekali, kami menemukan tembok pembatas yang sudah jebol dan masuk saja dan foto-foto di tengah-tengah bunga canola. Wisata ke canola farm hanya berlaku saat musim semi (sekitar bulan september) dimana bunga-bunga di seluruh seantero Western Australia serentak bermekaran. Kalau terlewatkan, canola farm tersebut keburu dipanen, dibabat habis oleh pemiliknya untuk diproses lebih lanjut menjadi bahan baku lainnya. So, don’t miss it.

IMG20150903103348

IMG_5360

IMG20150903103203

Canola farm

Next to.. Caravan Park, Mt. Brown, White Cherry Blossom, York Olive Oil Co.

Kami melewatkan makan siang di Tatty Café, York, sambil berdiskusi mau kemana lagi. Sudah tengah hari, rasanya tanggung jika pulang ke Perth. Sembari istirahat sejenak dan sholah dzuhur di Caravan Park, kami mendapati papan informasi bahwa Avon River di York itu sungai yang dipenuhi bakteri Amoeba. Secara kasat mata, ah, mungkin hal itu biasa-biasa saja. Sungai dimana pun memang kotor. Bukan itu maksud kami, melainkan kepedulian pemerintah setempat yang menyediakan informasi edukatif seperti itu yang layak diacungi jempol.

Kami kemudian memutuskan untuk mengeksplorasi Shire of York melalui jalur ring road dari arah sebaliknya (berlawanan arah dari arah canola farm). Voila! Kami menemukan Mount Brown, titik tertinggi di dataran tersebut, dimana kami bisa melihat pemandangan 360 derajat ke segala penjuru landskap Shire of York.

DSC02666

IMG_5470

IMG_5472

Turun dari perbukitan setelah puas berfoto-foto, kami menemukan kejutan berikutnya: bushland garden dan white cherry blossom. Sesuai namanya, taman itu berisi semak belukar dengan penyejuk mata berupa bunga-bunga liar yang berwarna putih. Tak jauh dari situ, deretan bunga sakura berwarna putih berdiri di sepanjang jalan. Meski tak serimbun seperti yang biasa terlihat di televisi, melihat sakura bersemi untuk pertama kalinya saja sudah membuat kami senang bukan kepalang.

IMG_5487

IMG_5494

Keceriaan kami dengan bunga-bunga liar masih belum berakhir. Dalam perjalanan pulang ke Perth, kami berbelok ke kanan lagi ke arah York Olive Oil Co. untuk melihat perkebunan buah zaitun. Alamak oi, kami pun belum pernah lihat macam mana zaitun tuh. Melewati jalanan tanah, semakin ke ujung kami menemukan sebuah bangunan, ya, mirip kantor gitu deh. Di sekelilingnya, bukan cuma buah zaitun, tapi juga ditumbuhi bunga daisy yang indah dan berwarna-warni. Tanpa banyak cing cong, kami langsung cepat-cepat turun dari mobil, pasang gaya pasang aksi, keluarkan kamera dan smartphone, siap-siap.. klik! Selfie dulu deh.

IMG_5537

IMG_5575

Daisy

Wah, keren sekali. Kepergian kami ke Shire of York rupanya banyak sekali jackpot-nya. Senaaaaanggggnyaaaaa..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s