Bakat Terpendam

Hal yang paling mencengangkan buat saya adalah, diam-diam, Filda punya bakat menulis, meskipun yang ditulisnya itu cuma curhat-curhat melankolis. Supaya nggak dibaca orang lain (bahkan oleh saya), Filda menulisnya di aplikasi notes dalam hp, dikunci dengan password. Walaupun sudah menikah, awalnya dia enggan untuk mengungkapkan catatan tersebut. Ketika saya ingin tahu apa isinya, dia tampak malu-malu dan buru-buru menghapus catatan-catatannya supaya kami nggak sempat baca. Hanya tersisa tiga catatan terakhir yang belum dihapus—dengan malu-malu kucing—akhirnya saya diperbolehkan untuk membacanya. Catatan curhatan yang tersisa itu rupanya terkait dengan hubungan kami yang sempat long distance relationship (LDR) pasca resepsi pernikahan, saat itu saya terbang duluan ke Perth sebelum Filda menyusul kemudian. Periode itu adalah tiga bulan yang membuat kami malarindu tropikangen.

#Satu

Hari kedua ditinggalin sama kamu rasanya—waww—kangen berat, tapi lebih baik dari hari pertama yg melow terus. Nggak nyangka biasa ditinggalin belajar bisa ngelewatin tanpa harus sedih, tapi kali ini—huft!—beratnya minta ampun, mungkin karena sudah nikah yang biasanya sama-sama tiap hari ketemu, kemana-mana bareng terus sekarang harus ditinggal sekolah lagi jadinya gimana gituu.. kalau masuk kamar malas banget soalnya suka mendadak melow karena ingat kamu, apalagi kalau sudah pas tidur makin cengeng, biasanya pasti ada kamu di samping yang suka iseng. Kata mama kalau kangen kamu tidur bawa baju kamu, jadi aku nggak cuci baju kamu biar bau kamu tetep ada. 2 hari aku nggak semangat mau ngapa-ngapain. Tiap ingat kamu langsung kangen dan parahnya suka langsung sedih gitu, ya. Love u suami.. superhero aku, teman lucu-lucuan aku, teman hidup aku 🙂 mudah-mudahan semuanya berjalan lancar sesuai dengan yang selalu kita harapkan, aminnn..

#Dua

Untitled

Lewat kalender, Filda menulis hari demi hari yang dilewatinya tanpa kehadiran saya. Warna merah adalah hari yang berhasil dilewatinya, sedangkan warna hitam adalah sisa hari esok sampai kami pulang ke Pontianak menjemputnya. Hebat lho, dia tahu persis berapa hari lagi kami akan pulang tiap kali kami bertelepon ria.

#Tiga

🙂 Sudah masuk awal bulan maret, sayang.. Senangnya! Aku nggak sabar ngungguin kamu pulang, bisa senyum-senyum sendiri kalau ngeliat tanggal-tanggal perjuangan, juga ngelewatin hari-hari tanpa kamu. Aku selalu mikirin waktu kita berdua, serunya kalau kita jalan berdua.. bahagia sayang 🙂 Aku nggak sabar nunggu liburan kita ke Bali. Aku pengen ngelepasin kangen aku sama kamu.. honeymoon berdua kayak di Jogja. Kemarin, waktu aku nulis curhatan yang pertama kali kamu berangkat, rasanya sedih benar, tapi untuk yang sekarang aku senang karena 1 bulan lagi kamu pulang. Aku kangen kamu, sayang.. banget deh pokoknya.. nggak sabar banget ngitung berapa lama lagi kamu pulang ke Pontianak. Kalau ada kamu di dekat aku semua berasa tenang karena kamu sebagai penyemangat aku. Aku baru tahu ini artinya pendamping hidup.. waktu jauh serasa ada yang kurang.. miss you sayang.. ♥♥♥

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s