Berani Mandi di Cottesloe Beach Saat Musim Dingin?

#latepost

SDC16243

Cottesloe Beach adalah sebuah pantai di Perth yang memiliki warna biru tosca dan pasir putih yang lembut. Dari kejauhan, ketika sinar matahari memantulkan cahaya ke permukaan laut, kita bisa melihat sea view yang menakjubkan.

Vegetasi di bagian utara adalah bukit berpasir, masih alami dan relatif sepi. Pantai utamanya berada di wilayah selatan, didominasi oleh pepohonan tinggi yang rindang, pedestrian dari batu karang yang menjorok ke laut, burung-burung camar yang terbang kesana-kemari dan landmark bangunan adalah Indiana Cottesloe Hotel yang berdiri gagah menghadap ke laut lepas.

Berbeda dengan pantai-pantai di Indonesia, masuk ke pantai-pantai di Australia seperti Cottesloe Beach ini gratis tanpa bayar. Pantai ini suasananya jauh dari hiruk pikuk, hanya ramai saat akhir pekan dan kalau ada event tertentu. Kalau lagi sepi banget, Cottesloe Beach jadi serasa pantai pribadi.

Saat musim panas, terdapat pameran karya seni kontemporer di Cottesloe Beach yang bertajuk “Sculpture by the sea”. Biasanya, pameran seni kontemporer diadakan secara indoor di museum atau galeri seni, kali ini, instalasi seni dipamerkan di tepi pantai—wuihh, acara beginian belum ada lho di Indonesia. Event ini pun diklaim sebagai “one of the world’s largest free public events”, begitulah bunyi promosinya. Wow-nya dari event ini, pengunjung dimanjakan oleh shuttle bus gratis (namanya Cott CAT, datang tiap 15 menit sekali) dari Cottesloe Station ke wilayah pantai. Kami salut dengan dukungan pemerintah Australia dalam rangka memajukan sektor pariwisatanya.

SDC16240

Screen Shot 2016-05-31 at 10.16.30 AM

Suatu hari, saya, Filda dan beberapa teman melakukan piknik di Cottesloe Beach saat musim dingin. Kami merasa kepo kenapa bule-bule berbikini itu berani mandi di air laut yang dingin. Nggak mau kalah, saya mengajak Filda berenang. “Ogah!” Sahutnya menolak. Akhirnya, saya terjun seorang diri ke laut, menantang alam. “Bbrrr.. dinginnya.. ya, ampun!” Rasanya seperti masuk ke dalam kulkas, benar-benar menggigil. “Kok bisa, ya, mereka itu tahan dingin?” Sampai rumah saya masih bertanya-tanya dalam hati, geleng-geleng kepala, nggak habis pikir. Berani coba?

Cottesloe

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s