Menikah Tamasya

RIKI N FILDA

Di Pontianak, ada istilah “Menikah Tamasya”. Kedua pasangan menikah secara resmi, tapi tanpa resepsi pernikahan. Daripada menggelar resepsi yang mahal, mereka langsung pergi bulan madu namun tetap memberikan undangan pernikahan kepada keluarga dan kerabat. Bagi mereka yang menerima undangan tersebut pun sudah tahu bahwa nggak perlu datang resepsi. Menikah tamasya ini biasanya dilakukan oleh pasangan dari etnis Tionghoa.

Saya dan Filda sebenarnya suka dengan konsep itu, karena secara perhitungan ekonomi memang jauh lebih hemat dan langsung to the point—pergi bulan madu. Tapi, demi menghindari protes keluarga, tetangga dan teman-teman, kami menikah secara normal (dengan resepsi, tentunya) pada bulan November 2014.

Setelah itu, kami langsung tancap gas jalan-jalan. Mumpung masih muda, sehat dan punya waktu luang, kami memutuskan untuk berinvestasi “membeli pengalaman hidup” lewat the couple trip. Kami nggak muluk-muluk mau keliling dunia. Kapanpun ada kesempatan, kami akan pergi berdua.

Dasar ilmiahnya adalah hasil penelitian Edge Research dari Amerika Serikat (Filda mengutip dari blog-nya Traveloka), “Suami istri yang suka traveling bareng lebih bahagia dalam rumah tangga.” Hmm.. rasanya sudah cukup memberikan alasan kenapa kami harus traveling berdua 🙂 🙂

Mimpi kami cukup sederhana: sampai kakek-nenek nanti, tetap jalan-jalan berdua dan bergandengan tangan.. romantis sampai akhir.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s