Hiking di John Forrest National Park

IMG_5167

Sekedar info, Western Australia itu punya banyak banget taman nasional. Bayangkan saja, luas wilayah Western Australia itu setengah dari benua Australia. Oleh karena itu, pilihan berwisata di Western Australia itu sebenarnya lebih banyak ke wisata alam, menjelajahi taman-taman nasional dengan keunikannya masing-masing. Nah, salah satu taman nasional yang terdekat dengan Perth adalah John Forrest National Park, dapat ditempuh dalam waktu 30 – 40 menit perjalanan naik mobil (sayangnya, nggak ada public transport yang melewati daerah ini).

Taman nasional ini memiliki fasilitas outdoor yang sangat baik seperti ranger office, toilet umum yang bersih dan terawat, tempat barbeque di beberapa lokasi, tempat duduk buat piknik (dengan atau tanpa fasilitas barbeque), pondok-pondokan bahkan jalur khusus untuk hiking dan sepeda yang dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas dan papan peringatan serta informasi jarak tempuh dari satu titik ke titik lainnya. Wah, keren, ya. Mudah-mudahan Indonesia bisa meniru hal-hal yang baik dari taman nasional di Western Australia. Nggak ada salahnya dong belajar dari tetangga.

Rock Garden adalah salah satu tempat yang asyik untuk piknik. Lokasinya terletak di tepi sungai dan diujungnya ada jeram kecil, airnya jernih banget sampai dasar sungainya yang berbatu-batu pun kelihatan. Di bagian jeramnya, batu-batunya besar dan licin tapi nggak terlalu dalam—banyak anak kecil suka main disitu. Saya dan Filda memilih spot dibawah paperbark tree, menggelar tikar piknik di tepi sungai supaya bisa menikmati gemericik air yang mengalir.

Screen Shot 2016-05-31 at 9.32.50 AM

Paperbark Tree

Untuk hiking, John Forrest National Park memiliki dua jalur heritage trail yang berupa jalan aspal (lebar 2 meter) dan jalan tanah merah yang diratakan (lebar 6 meter), dimana keduanya didesain sebaik mungkin untuk mudah dilalui dan kita tinggal jalan mengikuti jalurnya. Sepanjang trek adalah pemandangan landskap khas Western Australia dengan formasi batu-batuannya yang sangat SANGAT besar. Banyak pohon-pohon liar Australia  Barat yang baru kami lihat disini.

Dari Rock Garden, Kami kemudian hiking menuju Hovea Falls yang berjarak 800 meter dari Rock Garden (bolak-balik jadi 1,6 kilometer) dengan jalan santai nan menyehatkan. Jalan berdua di tengah hutan sambil menikmati pemandangan alam rasanya romantis juga.

John Forest

Screen Shot 2016-05-31 at 9.32.28 AM

Meskipun di tengah hutan, taman nasional ini nggak sesepi yang dibayangkan. Banyak dari kakek-nenek, ABG sampai anak-anak kecil ikutan hiking, bersepeda bahkan jalan-jalan sambil membawa kereta bayi. Salut banget deh dengan semangat hiking-nya orang Australia.

“Sayang! Itu… ada bunga warna kuning yang bagus. Cepetan difoto!” Teriak saya. Filda yang tugasnya membawa kamera langsung membidik objek tersebut. Bunga liar itu bentuknya seperti serbuk dan bunganya kecil-kecil—sangat kontras dengan vegetasi di sekitarnya yang terlihat hijau kecokelatan, gersang dan kering. Nama bunga itu, tak lain adalah Yellow Feather Flower (bahasa latinnya: Verticordia Acerosa), salah satu bunga liar endemik khas Australia.

Di kejauhan, hamparan hijau terlihat melandai ke bawah. Air terjunnya sudah di depan mata. Hovea Falls adalah sekumpulan batu granit raksasa dengan ukuran yang sangat sangat BESAR, terbentuk menjadi air terjun karena dialiri oleh sungai kecil selama ribuan tahun. Boleh dibilang, air terjun ini lebih banyak batu daripada airnya. Biasanya air terjun itu kan airnya jatuh dengan deras dari atas ke bawah, tapi, Hovea Falls airnya mengalir dari atas ke bawah melewati komposisi batuan yang berundak-undak dengan permukaan batu yang relatif landai. Ahh, ini bukan air terjun biasa… sebut saja “air yang mengalir”… sampai jauh.

IMG_5200

Screen Shot 2016-05-31 at 9.31.45 AM

Screen Shot 2016-05-31 at 9.31.17 AM

Panorama di Hovea Falls indah sekali. Sebuah lembah dengan pemandangan hijau yang menyejukkan mata. Saking panasnya matahari siang itu, kami sesekali ngadem, meringkuk dibalik sebuah batu besar. Lucu juga… kami melihat ada teman yang jatuh bangun di air terjun karena batunya licin banget—bikin ngakak! Maunya selfie, tapi malah terpleset sampai celananya basah. Kami berada disana selama 30 menit untuk istirahat sejenak sambil menikmati pemandangan dan foto-foto sampai puas, sebelum akhirnya kembali ke Rock Garden untuk melanjutkan piknik yang tertunda.

Karena lelah, saya membasuh muka dan badan dengan air sungai itu, lalu merendam kaki di situ. Ya, ampun! Dinginnya bukan main… seperti air es keluar dari kulkas. Sementara itu, Filda membuka bekal sushi yang dia buat tadi pagi dan kami pun menyantapnya sebagai makan siang, lalu tidur siang sejenak dibawah paperbark tree yang rindang.

IMG_5156

Ahh, nikmatnya pengalaman hiking kali ini… dan tanpa penyesalan meskipun kami nggak bisa menjelajahi taman nasional ini lebih jauh. Ini bukan soal hiking dan dan air terjun, tapi soal momentum—menikmati waktu bersama pasangan. Itu saja sudah lebih dari cukup buat kami.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s