Dasar Monyet!

Di Tlogo Putri, Kaliurang, Jogja, saya mengajari Filda bagaimana cara bermain dengan monyet-monyet liar disana. Permainan yang saya sebut “lempar dan tangkap”. Berbekal ranting kayu dan sebungkus kacang rebus, kami akan menyihir mereka.

“Keluarkan kacangnya satu per satu. Yang lainnya tetap disimpan dalam kantong plastik. Awas, jangan sampai direbut!” Kata saya memperingatkan.

Kemudian, lempar kacangnya ke udara dan biarkan monyet-monyet berebut mengambilnya. “Sayang, monyet ini punya senioritas. Kalau kita kasih kacangnya, pasti yang ngambil duluan yang paling tua. Monyet yang kecil nggak dapat, takut dengan yang tua.” Gumam saya.

Selanjutnya, kejar kacangnya—kau kutangkap. “Begini caranya, sayang. Papi pegang kacangnya, biarkan monyetnya datang mengambil kacangnya dari tangan papi. Terus mami fotoin, ya. Mami mau coba nggak?”

“Nggak, ah. Mami takut.” Bah, belum dicoba sudah takut duluan.

“Ya, udah. Fotoin papi aja.” Peragaan mantra pun dimulai. 1,2,3.. jepretan foto berhasil. Kemudian, saya mencoba memegang balik tangan si monyet. Terkejut, monyet itu memekik, mengamuk—nggak suka tubuhnya disentuh. Dia berniat menyerang balik. Saya pun mengeluarkan tongkat sihir dari ranting tanaman Entah-Apa-Namanya, menjulurkannya, seolah-olah mau memukul. Monyet itu pun mundur teratur sambil mendesis marah. Itulah gunanya saya membawa ranting kayu ini—bagian dari perlindungan. Monyet-monyet liar di Tlogo Putri bisa sewaktu-waktu menjadi garang dan nggak ber-peri-kemonyetan terhadap para turis.

IMG_4289

***

Kejadian lucu terjadi saat saya pergi ke toilet dan meninggalkan Filda di tempat parkir (kami masih di Tlogo Putri, hendak melanjutkan perjalanan ke Kali Adem). Saat saya kembali, dia menceritakan tentang Insiden Salak.

“Sayang, tahu nggak? Tadi kan pas mami lagi duduk nungguin papi di parkiran.. mami makan salak yang tadi kita beli di Ullen Sentalu. Pas mami lagi makan tuh, monyet-monyet pada turun dari pohon karena ngeliatin mami makan.. terus dekatin mami. Udah mami kasih, eh, monyet yang gede malah mau ngambil semuanya, sama kantongnya sekalian. Sudah mami lempar botol air minum, eh, dia malah nggak lari.. malah mau direbutnya. Mami panik. Akhirnya, mami lempar semuanya. Barulah dia pergi. Orang-orang yang lihat pada ngetawain mami. Mami sih cool aja. Dalam hati, malu banget. Tapi pura-pura cool gitu.” Katanya dengan wajah memerah.

“Wkwkwkwkwkwkwk.” Mendengarnya, saya langsung tertawa terpingkal-pingkal saking lucunya membayangkan Filda terbirit-birit dikerubungi monyet-monyet.

Ggrrr, beraninya monyet-monyet liar itu melancarkan serangan balasan terhadap istriku saat suaminya sedang kebelet pipis, hihihi.. lol.. dasar monyet!

IMG_4291

Korban Penyerangan: Sebelum Kejadian

IMG_4296

Pelaku Penyerangan Kabur Meninggalkan TKP

Advertisements

2 thoughts on “Dasar Monyet!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s